Tata Cara & Panduan Bacaan Sholat Secara Lengkap

By | July 22, 2019

Sholat lima waktu adalah kewajiban yang sangat mutlak yang harus di kerjakan oleh setiap muslim jika sudah mencapai umur baliq, lalu bagaimana lafaz bacaan sholat yang benar? mulai dari takbiratul ihram hingga salam, perlu anda ketahui sholat adalah salah satu tiang agama, sholat adalah salah satu ibadah yang utama dan akan di hisab pertama kali pada hari kiamat, jika sholatnya baik maka dia adalah orang yang sangat beruntung dan berbahagia dan jika sholatnya tidak baik dia akan celaka.

Perlu anda ketahui juga, bacaan sholat wajib yang benar adalah salah satu bagian dari baiknya sholat itu sendiri, rukun islam adalah salah satu pilar yang sangat penting dalam ajaran islam yang terdari 5 perkara, salah satunya yaitu shalat, yang sudah kita ketahui bersama sholat adalah salah satu ibadah wajib umat Islam bagi pria maupun wanita, maka dari itu seluruh umat Islam wajib melaksanakan sholat 5 waktu untuk terhindar dari siksa api neraka.

Shalat wajib dan sholat sunnah, pengertian sholat wajib ini yaitu jika kita mengerjakan akan mendapatkan pahala dan jika tidak akan mendapatkan dosa, untuk pengertian sholat sunnah ini sendiri boleh di kerjakan dan akan mendapat pahala, jika tidak di kerjakan pun tidak akan mendapat dosa karena sholat sunnah ini tergolong amalan sunnah, akan tetapi jika di kerjakan hal yang sunnah juga berdampak sangat postif bagi kehidupan kita salah contoh yaitu sholat tahajud.

sholat sunnah tahajud ini adalah salah satu sholat sunnah yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, bagaimana tata cara sholat tahajud dan doa sholat tahajud, untuk pembahasan ini anda bisa melihat pada postingan kami sebelumnya mengenai bab tata cara sholat tahajud berserta doanya, ada banyak sekali ibadah sholat sunnah yang berdampak positif salah satunya yaitu sholat dhuha, di artikel sebelumnya kami juga sudah mengulas secara detail mengenai tata cara sholat dhuha berserta doa sholat dhuha, kembali ke topik utama yaitu bacaan shalat wajib yang benar menurut aturan tata terib syarat sahnya sholat.

Syarat – Syarat Sholat Wajib Berserta Tata Cara Sholat Wajib

Syarat Sahnya Sholat

  1. Beragama Islam (Wajib)
  2. Sudah baliq serta berakal (Wajib)
  3. Suci pada seluruh anggota tubuh / badan, pakian maupun tempat yang akan di gunakan sholat.
  4. Telah masuk waktu sholat yang sudah ditetapkan / ditentukan
  5. Mentup aurat, untuk aurat pria / laki-laki antara pusar sampai lutut, sedangkan untuk kaum wanita / perempuan adalah seluruh anggota badan terkecuali
  6. muka dan kedua telapak tangan.
  7. Menghadap kiblat

Waktu Sholat Wajib

Waktu Sholat subuh, dhuhur, ashar, maghrib, isya

Setiap akan mengerjakan sholat ada tata cara sholat wajib yang harus di lakukan secara tertib dan tidak bisa di kerjakan sesuka hati kita sendiri, karena, sholat wajib ini ada batasan waktu pada tiap tiap sholatnya.

  • Sholat Shubuh di kerjakan setelah sepertiga malam terakir hingga sebelum datangnya waktu syuruq atau matahari terbit
  • Sholat Dzuhur di kerjakan pada waktu matahari sudah mulai condong ke arah bagian barat, sampai tiba sebelum waktu ashar.
  • Ketika kita menaruh sebuah benda dan benda itu mempunyai bayangan lebih panjang dari benda yang kita taruh itu sendiri, maka pada saat itulah sholat ashar dapat di kerjakan.
  • Sholat Maghrib ini memiliki sedikit waktu / waktu yang sangat singkat sekali yaitu setelah matahari terbenam dari barat sampai hilangnya warah merah mega yang ada pada langit.
  • Untuk Sholat Isya ini sendiri cenderung waktunya lebih panjang dari pada sholat wajib lainnya, waktu sholat isya ini hingga menjelang sholat subuh, perlu anda ketahui walaupun waktu dari pada sholat isya ini sangatlah panjang, alangkah baiknya melakukan sholat pada awal waktu.

Insyallah mungkin anda sudah mulai memahami mengenai syarat-syarat sholat wajib dan waktu sholat wajib, nah kali ini kami akan mengajak anda kedalam sesi pembahasan bab tata cara sholat wajib, di awali dengan niat dan di akhiri dengan salam.

Niat Sholat Wajib

Bacaan Niat Sholat subuh, dhuhur, ashar, maghrib, isya

Sebelum kita melaksanakan sholat wajib, pastinya kita menata semua persiapan sholat mulai dari syarat-syarat sahnya sholat sudah terpenuhi atau belum dan juga kesucian tempat juga sudah terpenuhi belum, selanjutnya kita bisa menata hati untuk berniat sholat wajib, ini adalah bacaan niat sholat wajib sebagai berikut;

Bacaan Niat Sholat Subuh Latin

“Ushalli fardhas subhi rak’ataini mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Artinya:

“Aku niat shalat fardhu subuh dua raka’at menghadap kiblat (sebagai ma’mum/sebagai imam) karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”

Bacaan Niat Sholat Dzuhur Latin

“Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Artinya:

“Aku niat shalat fardhu dzuhur empat raka’at menghadap kiblat (sebagai ma’mum/sebagai imam) karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”

Bacaan Niat Sholat Ashar Latin

“Ushalli fardhal ashri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Artinya:

“Aku niat shalat fardhu ashar empat raka’at menghadap kiblat (sebagai ma’mum/sebagai imam) karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”

Bacaan Niat Sholat Maghrib Latin

“Ushalli fardhal maghribi salasa’ raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Artinya:

“Aku niat shalat fardhu maghrib tiga raka’at menghadap kiblat (sebagai ma’mum/sebagai imam) karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”

Bacaan Niat Sholat Isya Latin

“Ushalli fardhal ‘Isyaa-i raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Artinya:

“Aku niat shalat fardhu ‘isya empat raka’at menghadap kiblat (sebagai ma’mum/sebagai imam) karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”

Bacaan Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram dilakukan setelah membaca niat yaitu dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca:

“Allaahu akbar”

Kemudian kedua tangan disedekapkan pada dada dan membaca do’a iftitah;

Bacaan Doa Iftitah Tulisan Arab

للهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. أِنِّ وَجَّهْةُ وَجْهِيَ ِللذِيْ فَطَرَالسَّمَوَاتِ وَاْلآَرْضَ حَنِيِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمْحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Bacaan Shalat Doa Iftitah Latin

“Kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw waashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”

Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah:

“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin. Aamiin.”

Dilanjutkan dengan membaca salah satu surah pendek atau ayat-ayat dalam Al-Qur’an.

Bacaan Ruku’ Dan Tata Caranya

Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, tata cara sholat wajib selanjutnya adalah ruku’. Kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca Allaahu akbar, kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut dan ditekankan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah sempurna, kemudian membaca do’a berikut sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x)

Bacaan Sholat Saat I’tidal

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:

“Sami’allaahu liman hamidah.”

“Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.”

Bacaan Sholat Saat Sujud

Selesai I’tidal lalu sujud dengan meletakkan dahi di alas shalat. Ketika turun, yaitu dari berdiri i’tidal ke sujud sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)

Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua Sujud dan membaca:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”

Bacaan Sholat Sujud Kedua

Sujud kedua, ketiga, dan keempat dikerjakan seperti sujud pertama baik cara maupun bacaannya. Setelah sujud kedua, berdiri dan melakukan raka’at kedua dengan tata cara sama seperti raka’at pertama namun tanpa membaca do’a Iftitah. Sesudahnya, membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, melakukan ruku’, I’tidal dan kemudian sujud untuk raka’at kedua.

Bacaan Sholat Saat Tasyahud Awal

Tasyahud Awal dilakukan pada raka’at kedua (kecuali shalat Subuh) setelah sujud yang kedua yaitu dengan duduk membentuk tasyahud awal dengan sikap kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca tasyahud awal:

“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad.”

Bacaan Sholat Saat Tahiyatul Akhir

Selesai tasyahud Awal, berdiri kembali dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca Allaahu akbar untuk mengerjakan raka’at ketiga. Tata cara sama seperti raka’at kedua namun tanpa membaca surat pendek.

Selesai raka’at ketiga, langsung mengerjakan raka’at keempat. Tata cara raka’at keempat sama seperti raka’at kedua namun tanpa membaca surat pendek. Kemudian setelah sujud terakhir, dilakukan tahiyatul akhir dengan duduk kaki bersilang (tawarruk) serta membaca:

“attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayy1baatu lillaah. assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. assalaamualainaa wa’alaa `ibaadillaahish shaalihhn. asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. wa alaa aali sayyidinaa muhammad. kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.”

Salam

Selesai Tahiyatul Akhir, lakukan salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian sambil membaca:

“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”

Bacaan Doa / Dzikir Setelah Sholat

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya

  • “Astaghfirullaahal ‘adzim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.”

(Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah Yang Maha Pemurah).

  • “Rabbanaghfirlanaa waliwaalidiina wali jami’iil muslimiina wal muslimaati wal mu’minii na wal mu’minaati al ahya-i min huwal amwaati innaka ‘ala kulli syai-in qadiir.”

(Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa-dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.)

  • “Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanataw wafil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaabannaar.”

(Ya Allah Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkan kami dari api neraka.)

  • “Allaahummaghfir lanaa dzunuubanaa wakaffir ‘annaa sayyiaatinaa watwaffanaa ma’al abraar.”

(Ya Allah ampunilah dosa kami dan tutupilah segala kesalahan kami, dan semoga jika kami mati nanti bersama-sama dengan orang-orang yang baik-baik.)

  • “Alhamdu lillaahi Rabbil ‘aalamiin. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washahbihii wasallim. Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal’aafiyata walmu’aafaatad daaimah fiddiini waddun-yaa wal aakhirati wa shallallahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washahbihii wasallam. Walhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin.”

(Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Mudah-mudahan salam dan rahmat dilimpahkan Allah kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, aku minta ampun dan sehat wal’afiat di dunia dan di akhirat. Anugerahilah Junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan shahabatnya kesejahteraan dan rahmat. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam)

Sumber : dalamislam.co

Tafsir Hadist Tentang Shalat

Hadist dan Dalil Shalat Pada Al Qur'an

Shalat adalah salah satu dari rukun islam. Dalam salah satu hadist nabi juga disebutkan bahwa shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab. pertama kali shalat diperintahkan pada saat nabi melakukan isra’ dan mi’raj. Pertama kali shalat diperintahkan adalah lima puluh kali dalam sehari, tatapi sekarang hanya diperintahkan lima kali dalam sehari.

Banyak dasar hukum diperintahkanya shalat yaitu dari al-Qur’an maupun hadist nabi. Dalil shalat yang disebutkan dalam al- Qur’an belum sepenuhnya secara jelas dan gamblang digambarkan, sedangkan dalil yang terdapat dalam hadist nabi lebih jelas penggambaranya tentang shalat karena pada hakikatnya hadis memiliki fungsi sebagai penjelas hukum dalam al- Qur’an yang masih bersifat global.

Baca : Selengkapnya

Sumber : academia.edu

Sejarah Shalat Para Nabi Terdahulu

Sejarah Shalat

Ada sebuah pembahasan yang di kutip dari sebuah artikel di website islam.co berjudul Sejarah Shalat Para Nabi Terdahulu, perlu anda ketahui Shalat wajib lima waktu imi adalah salah satu “Cindra mata” yang di bawah oleh Nabi Muhahammad SAW, setelah pristiwa Isra’ Mi’raj yang sudah kita ketahui sejarahnya perjalanan Nabi Muhammad SAW, pada pengajian pengajian umum, pada awal mulanya sholat wajib di perintah dalam sehari sebanyak 50 kali, merujuk dari berdasarkan Nabi terdahulu, akhirnya Nabi Muhammad SAW berhasil melakukan permohonan negosiasi untuk shalat wajib ini sebanyak 5 kali dalam sehari, apakah kita tidak terpikir dalam diri kita dan bertanya-tanya tentang shalat para Nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW?

Pada peristiwa Isra’ dan Mi’râj, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan kelima shalat ini dalam lima waktu yang harus dilaksanakan satu hari satu malam. Peristiwa Isra’ dan Mi’râj ini menjadi awal kewajiban shalat lima waktu yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam.

Sejarah dilaksanakan sholat-sholat tersebut dan berikut jumlah rakaatnya:

  1. Untuk Shalat Subuh pertama kali di kerjakan oleh Nabi Adam AS, di kerjakan waktu sholat subuh ini terjadi ketika Nabi Adam AS keluar dari surga, melihat sekeliling gelap pada bumi dan beliau benar-benar ketakutan, ketika cahaya fajar matahari mulai nampak, seraya itu beliau menjalankan shalat dua rakaat, pada rakaat pertama beliau bersyukur atas keselamatan beliau dari kegelapan dan untuk rakaat kedua sebagai rasa syukur karena kembalinya cahaya matahari di pagi hari.
  2. Sholat Dzuhur di kerjakan oleh Nabi Ibrahim AS, beliau menjalankan sholat 4 rakaat, raakaat pertama Nabi Ibrahim AS bersyukur atas pengganti putra beliau yaitu Nabi Ismail AS, yang tidak jadi di sembelih dan di gantikan berupa domba, rakaat kedua bersyukur atas semua hilangnya kesedihan karena putranya, rakaat ketiga mengharapkan ridha Allah SWT, rakaat ke empat mendapatkan kenikmatan berupa domba, yang notabannya dalah salah satu domba milik Habil bin Adam.
  3. Shalat Ashar untuk pertama kali di lakukan oleh Nabi Yunus As, ketika beliau di berikan pertolongan oelh Allah SWt keluar dari perut ikan paus, pada waktu itu Nabi Yunuas AS, terjebak pada empat macam kegelapan di dalam perut ikan puas, pertama kegelapan isi perut ikan paus, kedua kegelapan air laut, ketiga kegelapan malam, emapt kegelapan dalam perut ikan paus, dengan izin Allah SWT, beliau keluar dari perut ikan paus, dan keluarnya beliau bertepatan pada waktu Ashar, sebagai rasa syukur atas keselamatan beliau melakukan shalat 4 rakaat atas keselamatan beliau dari 4 macam kegalapan yang menimpa beliau.
  4. Shalat Maghrib untuk kali pertama di kerjakan oleh Nabi Isa AS, pada waktu itu beliau keluar dari kaumnya pada saat terbenamnya matahari, setelah itu beliau mengejarkan sholat 3 rakaat, sebagai ungkapan bawasanya tidak ada tuhan selain Allah SWT, serta meniadakan tuduhunan-tuduhan zina dari para kaumnya pada ibunya, dan menetapkan ketuhanan hanyalah milik Allah SWT.
  5. Shalat Isya kali pertama di lakukan oleh nabi Musa AS, pada kala itu belia tersesat dalam perjalan dari madyan, pada saat itu beliau mendapatkan empat kesedihan yaitu, kesedihan atas istrinya, kesedihan atas saudaranya nabi Harun AS, kesedihan atas putranya serta kesediha atas semua kekuasaan rezim fir’aun, dengan izinnya, Allah SWT menyelamatkan nabi Musa dari 4 kesedihan ini yang bertepatan pada waktu isya’, di saat itu beliau melaksanakan sholat empat rakaat sebagai rasa syukur beliau karena hilangnya semua kesidhian yang di alami beliau.

Perlu anda ketahui ada perbedaan tentang riwayat para nabi terdahulu yang di ungkapkan pada pada syair berikut:

لِآدَمَ صُبْحٌ وَالْعِشَاءُ لِيُوْنُسَ * وَظُهْرٌ لِدَاوُدَ وَعَصْرٌ سُلَيْمَانَا

وَمَغْرِبٌ يَعْقُوْبَ وَقَدْ جُمِعَتْ لَهُ * عَلَيْهِ صَلَاةُ اللهِ سِرَّا وَإِعْلَانَا

Shubuh adalah shalatnya Nabi Adam as, Isya’ shalatnya Nabi Yunus as, Dzuhur shalatnya Nabi Daud as, Ashar shalatnya Nabi Sulaiman as.

Maghrib shalatnya Nabi Ya’qub as, shalat-shalat tersebut dikumpulkan menjadi satu pada Nabi Muhammad saw dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan.

Kesimpulannya yaitu dari kisah sejarah pertama kali shalat ini mngungkapkan rasa syukur atas semua keagungan dan kebesaran Allah SWT, dan pada akhirnya shalat lima waktu ini di kumpulkan, menjadi ibadah shalat wajib nabi Muhammad SAW, kita sebagai umat nabi Nabi Muhammad SAW harus senantiasa menjalankan shalat lima waktu untuk bentuk rasa syukur atas semua nikmat yang di berikan Allah SWT kepada kita semua, Wallahu A’lam.

Sumber: Sullam al-Munajat Syarah Safinah ash-Shalat karya Syekh Muhammad Nawawi Banten

Sebelum melaksanan sholat pastinya anda bisa memastikan syarat-syarat sahnya shalat sudah terpenuhi atau masih belum, mulai dari wudhu, pakaian dan tempat yang akan kita gunakan untuk shalat.

Demikian sedikit informasi mengenai bacaan sholat yang dapat kami berikan, semoga ulasan artikel di atas bermanfaat dan mempermudah anda dalam mengetahui bacaan sholat lima waktu berserta bacaan niat sholat dan sejarah sholat, serta hadist dan dalil shalat.